Harga Emas Jatuh Setelah NFP

Emas Kembali Terjungkal Di akhir Pekan, Meningkatnya Minat resiko serta mebaiknya NFP AS
Serta Negoisasi AS-Cina Menekan Harga Logam Mulia ke Level 1460.03.

Belajar Trading Online, Edukasi Forex, Perdagangan Komoditi, Trading Emas, Trading Forex, Broker Forex, Perusahaan Trading Oil,Trading Minyak,Pialang Berjangka


Pada sesi perdagangan Jumat 6 Desember 2019 Malam harga emas di perdagangkan di kisaran 1474.90 per ounce pada waju 12.39 Gmt , sedikit lebih rendah di banding dengan harga emas futures new york yang di perdagangkan di harga 1480 per ounce di waktu yang sama.

Sementra XAUUSD merosot di harga 1.05% di harga 1460.03 menyapu bulish pada Tanggal 3 Desember 2019.

Belajar Trading Online, Edukasi Forex, Perdagangan Komoditi, Trading Emas, Trading Forex, Broker Forex, Perusahaan Trading Oil,Trading Minyak,Pialang Berjangka


NFP AS Dollar Melambung,

Minat resiko meningkat saat dinas ketenagakerjaan AS NFP Menigkat menjadi 266.000 pada Bulan November 2019.  tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5% dari 3.6%.

Laporan2 tersebut memberikan sinyal Bahwa The Fed tidak perlu memotong suku bunganya lagi dalam waktu dekat. Dollar AS merespon data ketenagakerjaan dengan penguatan seiring kenaikan yield obligasi, sebaliknya Emas sebagai aset sentimen penghindar resiko di landa aksi jual.


"Perolehan rata-rata pekerjaan di AS dalam tiga bulan terakhir, kembali ke atas 200,000," komentar ekonom Carl Tannebaun dari Northern Trust's. "Ini dianggap sebagai sinyal bahwa ekonomi AS tidak sedang menghadapi risiko resesi yang besar, sehingga The kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara ini."



Perundingan AS-China Dinilai Positif 

Selain data ekonomi AS, perkembangan positif diskusi perdagangan AS-China, tak memberikan alasan bagi investor untuk membeli emas.

Presiden AS Donald Trump dan Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, kompak menyebut bahwa negosiasi dengan China semakin dekat dengan kesepakatan. Namun, Kudlow menambahkan bahwa AS membutuhkan jaminan tidak akan ada pencurian hak intelektual lagi di masa depan. Di lain pihak, China memberikan penawaran menarik. Dilansir South China Morning Post, Beijing mengumumkan akan membebaskan tarif kedelai dan daging babi impor AS.

Dalam sebuah pernyataan singkat Jumat kemarin, Komisi bea cukai China mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China yang membeli kedua jenis barang tersebut tidak akan dikenai pajak yang sedianya dijadikan sebagai balasan atas tarif AS pada barang China.