Monex Weekly Outlook

Agustus, 19/19

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek pekan ini di tengah sentimen kekhawatiran resesi dagang membantu minat beli emas sebagai aset safe haven. Tetapi data-data ekonomi AS dan Tiongkok yang membaik dapat mengikis sentimen tersebut dan mendorong pelemahan harga emas.

Kekhawatiran resesi ekonomi dan perang dagang AS - Tiongkok yang menyebabkan berkurangnya permintaan minyak mentah berpotensi menekan harga minyak turun untuk jangka pendek pekan ini. Selanjutnya pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada laporan cadangan AS dari API dan EIA.  Laporan data ekonomi yang melemah di pekan lalu, dan sentimen kekhawatiran perang dagang AS - Tiongkok telah berimbas negatif pada kondisi ekonomi global, menyebabkan potensi pelemahan EURUSD untuk jangka pendek pekan ini, dengan fokus pada notula rapat ECB yang diekspektasikan bernada dovish.

GBPUSD berpeluang bergerak turun untuk jangka pendek pekan ini akibat sentimen No-Deal Brexit masih membebani pasar. Indikasi kesepakatan antara Inggris dan Zona Euro disertai data-data ekonomi yang dirilis lebih optimis dapat membantu penguatan GBPUSD.

Tekanan turun USDJPY masih berpotensi berlanjut untuk jangka pendek di pekan ini seiring pelemahan dolar atas kekhawatiran resesi ekonomi berlanjut. Fokus pada data data ekonomi Jepang dan senntimen dolar AS.

AUDUSD masih berpotensi turun untuk jangka menengah di pekan ini, akibat ketidakpastian perang dagang AS - China. Fokus pasar pada notula rapat pertemuan RBA, leading index, dan data manufaktur Australia.

Di tengah Pelemahan harga minyak dan ketidakpastian dolar AS berpotensi mendorong USDCAD naik terbatas pada jangka pendek pekan ini. Selanjutnya fokus pasar pada data-data manufakturing, inflasi, dan penjualan ritel Kanada dapat menjadi petunjuk pergerakan harga pasar sepekan.  Sentimen perang dagang yang berlanjut berpeluang tekan indeks Nikkei turun untuk jangka pendek. Perubahan sentimen perang dagang AS Tiongkok, pergerakan mata uang Yen, dan sentimen bursa global menjadi petunjuk penggerak harga indeks Nikkei pekan ini.  Potensi pelemahan indeks Hang Seng masih berlanjut untuk jangka pendek pekan ini, di tengah sentimen perang dagang AS - Tiongkok dan demonstrasi massa di Hong Kong. Bila terjadi negosiasi dagang lanjutan antara kedua negara, berpeluang menguatkan indeksHang Seng.

Resisten: 1.1535 2.1567
Support: 1.1483 2.1468

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek pekan ini di tengah sentimen kekhawatiran resesi dagang membantu minat beli emas sebagai aset safe haven. Tetapi data-data ekonomi AS dan Tiongkok yang membaik dapat mengikis sentimen tersebut dan mendorong pelemahan harga emas, dan bila notula pertemuan FOMC menunjukan naga hawkish di pekan ini.
Rilis data ekonomi AS dan penggerak pekan ini: - FOMC Meeting Minutes (Kamis, 01:00 WIB) - US Flash Manufacturing PMI (Kamis, 20:45 WIB) - US New Home Sales (Jumat, 21:00 WIB)

Resisten: 1.60.90 2.63.60
Support: 1.50.20 2.47.70

Kekhawatiran resesi ekonomi dan perang dagang AS - Tiongkok yang menyebabkan berkurangnya permintaan minyak mentah berpotensi menekan harga minyak turun untuk jangka pendek pekan ini. Bila terjadi penyusutan persediaan minyak mentah AS pada laporan pekan ini, dapat mengangkat harga minyak naik.
Rilis data dan penggerak pekan ini: - Crude Oil Inventories dari API (Rabu, 03:30 WIB) - Crude Oil Inventories dari EIA (Rabu, 21:30 WIB) - Aktivitas rig dari BakerHughes (Sabtu, 00:00 WIB)

Resisten: 1.1.1260 2.1.1420
Support: 1.1.1000 2.1.0900

Laporan data ekonomi yang melemah di pekan lalu, dan sentimen kekhawatiran perang dagang AS - Tiongkok telah berimbas negatif pada kondisi ekonomi global, menyebabkan potensi pelemahan EURUSD untuk jangka pendek pekan ini, dengan fokus pada notula rapat ECB yang diekspektasikan bernada dovish. Tetapi rangkaian data ekonomi Zona Eropa pekan ini berpotensi menguatkan EURUSD naik bila rilis laporan lebih baik dari estimasi.
Rilis data ekonomi Zona Euro dan penggerak pekan ini: - Current Accounts (Senin, 15.00 WIB) - Final CPI (Senin, 16:00 WIB) - Flash Manufacturing PMI ( Kamis, 14:30 WIB) - ECB Monetary policy Meeting (Kamis18:30 WIB)



Resisten: 1.1.2470 2.1.2780
Support: 1.1.1780 2.1.1590

GBPUSD berpeluang bergerak turun untuk jangka pendek pekan ini akibat sentimen No-Deal Brexit masih membebani pasar. Indikasi kesepakatan antara Inggris dan Zona Euro disertai data-data ekonomi yang dirilis lebih optimis dapat membantu penguatan GBPUSD.
Rilis data ekonomi Inggris dan penggerak pekan ini: - CBI Industrial OrderExpectation (Selasa, 17:00 WIB) - Public Sector Net Borrowing (Rabu, 15:30 WIB) - CBI Realized Sales (Kamis, 17:00 WIB)
Resisten: 1.107.80 2.109.50
Support: 1.103.30 2.101.40

Tekanan turun USDJPY masih berpotensi berlanjut untuk jangka pendek di pekan ini seiring pelemahan dolar atas kekhawatiran resesi ekonomi berlanjut. Namun bila data neraca dagang dan inflasi Jepang lebih rendah dari ekpektasi, berpotensi memicu kenaikan USDJPY.
Rilis data ekonomi Jepang dan penggerak pekan ini: - Trade Balance (Senin 6.50 WIB) - National Core CPI y/y (Jumat 06.30 WIB

                                                                    

Resisten: 1.0.6875 2.0.7000
Support: 1.0.6580 2.0.6475


Kekhawatiran perang dagang AS - Tiongkokmasih berpotensi tekan AUDUSD melemah di jangka pendek pekan ini. Fokus pasar pada notula rapat pertemuan RBA, leading index, dan data manufaktur Australia. Bila terjadi negosiasi dagang baru antara AS -Tiongkok, berpotensi angkat AUDUSD naik.
Rilis data ekonomi Australia dan penggerak pekan ini: - RBA Monetary Policy Meeting Minutes (Selasa, 8.30 WIB) - MI Leading Index m/m (Rabu, 07:30 WIB) - Flash Manufacturing PMI (Kamis, 06.00 WIB)

http://mifx.com/MarcoJellyMontolalu1974Ed4a/demo